Minggu, 15 Juni 2008

BAHAGIA DALAM BERKARYA (Maz. 1:1-6)

“BAHAGIA DALAM BERKARYA”
(Maz. 1: 1-6)

kebahagiaan dalam segala hal tentunya menjadi dambaan setiap orang. Bahagia dalam membangun pernikahan, dalam persahabatan, dalam keluarga, dll. Namun kenyataannya, di dunia ini banyak orang yang tidak dapat menikmati kebahagiaan dari apa yang dikerjakan. Mengeluh dengan hidup, karena rutinitas aktivitas, menjadi tidak semangat, putus asa sehingga arti hidup menjadi sebuah pemandangan layu tanpa makna. Kesempatan ini kita akan melihat bagaimana setiap kita belajar menikmati kebahagiaan dari apa yang sedang kita kerjakan.
Dekho: Apa rahasia bahagia dalam berkarya?

1. Pilihan Hidup Orang yang berbahagia (ay.1-2)
Kata “bahagia” berasal dari kata dasar “menjadi lurus, rata, benar dan bahagia.” Kata ini juga digunakan dengan arti “maju kedepan, jujur dan tepat.” Kebahagian dan kedamaian sejati terdapat dalam hubungan yang benar dengan Tuhan Allah.
a. Benci kejahatan
# Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik (fasik: lepas, tidak
terikat). Orang yang tidak ada ikatan persekutuan dengan Allah,
mudah lenyap, kacau dan rusuh.
# Tidak berjalan dijalan orang berdosa
# Tidak duduk bersama pencemooh
Tiga hal yang ditolak orang yang berbahagia;
a. Dari segi manusianya - ia menolak orang fasik/berdosa/pencemooh
b. Dari segi tindakannya - ia menolak berjalan/berdiri/duduk
c. Dari segi keterbukaan/keterlibatan pada kejahatan - ia menolak nasihat
b. Cinta Firman TUHAN
# Suka akan taurat TUHAN; menunjukkan sikap hati yang secara sadar
cenderung untuk memperhatikan, memelihara dan melindungi Taurat
Tuhan sehingga tidak lepas atau hilang
# Merenungkan Taurat Sepanjang waktu

2. Pengalaman Hidup Orang Yang Berbahagia (ay. 3-5)
a. Sukses
Digambarkan seperti pohon yang baik; “kekuatan/kekokohan”
1. Pohon itu ditanam ditepi aliran air
2. Pohon itu berbuah pada waktunya
3. Pohon itu tidak layu daunnya
Tanah falestina secara keseluruhan termasuk daerah botanis (tanaman) yang dikenal dengan nama Mediterania dengan sekitar 3.500 jenis flora. Iklim disana ditandai dengan iklim panas yang berkepanjangan sehingga banyak tanaman yang mati. Pemazmur menggambarkan dari latarbelakang ini bagaimana kehidupan orang yang suka akan taurat Tuhan sebagai pohon yang subur.
b. Tidak suram (seperti sekam)
3. Jalan Hidup/masa depan Orang Yang Berbahagia (ay. 6)
a. Dikenal TUHAN
“mengetahui” yang artinya, Allah dengan hati-hati memperhatikan dan mengawasi orang benar/menjaga
b. Tidak menuju kebinasaan
Kata binasa berarti, bebas dari TUHAN. Ini berarti keterpisahan dari persekutuan dengan TUHAN. Terlepas dari segala kebaikan dan kasih TUHAN.

Tidak ada komentar: